S E M O G A...B E R M A N F A A T !

Rabu, 03 Juli 2013

Teknik Switching



Switching adalah proses pembentukan permintaan sambungan tunggal dari suatu titik masuk (inlet) menuju titik keluaran (outlet) yang diharapkan  sepanjang kebutuhan melakukan transfer informasi. Komunikasi voice ataupun data tidak terlepas dari teknik switching.  Teknik Switching dikenal ada dua buah yaitu Circuit Switching and Packet Switching.

Circuit Switching
Jaringan dengan menggunakan circuit-switched adalah didesain untuk voice traffic. Walaupun demikian, circuit-switched network juga digunakan dalam komunikasi data dimana akan terjadi :
-untuk terminal-to-host data connection, waktu pada line terbuang percuma. Jadi komunikasi data akan tidak efisien jika menggunakan circuit-switched network.
-koneksi menyediakan rate yang konstan. Jadi device yang saling terhubung mempunyai rate yang sama saat transmit atau receiving data. Ini membatasi utilitas dalam jaringan yang banyak terdapat variasi komputer dan terminal.
Circuit switching menerapkan sebuah path komunikasi yang dedicated (permanen) antara 2 buah station.
 -melibatkan tiga fase :
v    Circuit Establishment
v    Signal Transfer (mungkin analog voice, digitized voice, binary data)
v    Circuit disconnect
-  kurang efisien karena koneksi tetap established walaupun tidak ada data yang ditransfer
-  contoh konkret adalah public telephone network, PBX (Public Branches eXchange utk gedung)
-  tidak complex dalam routing, flow control, dan syarat-syarat error control

Packet Switching
Packet switching merupakan salah satu teknologi efektif untuk komunikasi data jarak jauh. Jaringan packet switch merupakan kumpulan distribusi dari node-node packet switch sehingga selalu ada delay waktu antara perubahan status dalam satu porsi dari jaringan dan pengetahuan dari perubahan itu dimana saja.
Dalam Packet Switching, data yang ditransmisikan dibagi-bagi ke dalam paket-paket kecil. Panjang paket 1000 octet (byte). Jika source mempunyai message yang lebih panjang untuk dikirim, message itu akan dipecah ke dalam barisan-barisan paket. Tiap paket berisi data dari user dan info control. Info control berisi minimal adalah info agar bagaimana paket bisa melalui jaringan dan mencapai alamat tujuan. Pada tiap node, paket diterima, disimpan dan dilewatkan pada node berikutnya.
 

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari packet switching :
q    efisiensi line sangat tinggi; hubungan single node-to-node dapat dishare secara dinamis oleh banyak paket. Paket-paket diqueue dan ditransmisikan secepat mungkin. Secara kontras, dalam circuit switching, waktu pada link node-to-node adalah dialokasikan terlebih dahulu menggunakan time-division multiplexing.
q    jaringan packet-switched dapat membuat konversi data-rate. Dua buah station yang berbeda data-ratenya dapat saling menukar paket.
q    ketika traffic mulai padat, beberapa call diblok, yang menunjukkan jaringan menolak permintaan koneksi tambahan sampai beban di jaringan menurun. Dalam packet switchied network, paket masih dapat diterima akan tetapi delay delivery bertambah.
q    prioritas dapat digunakan. Jadi kalau sebuah node mempunyai sejumlah queued packet untuk ditransmisikan, paket dapat ditransmisikan pertama kali berdasarkan prioritas yang lebih tinggi. Paket-paket ini mempunyai delay yang lebih kecil daripada lower-priority packets.


Ukuran Paket
Ada hubungan antara ukuran paket dengan waktu dalam pentransmisian data. Pada gambar terlihat bahwa data apabila dipecah makin kecil membutuhkan waktu lebih cepat, dan tiap paket pecahannya harus disisipi headernya. Akan tetapi jika dipecah semakin kecil akan didapatkan waktu transmisi yang  lebih besar dari sebelum paket lebih diperkecil lagi. Dalam hal ini harus dipilih pemecahan paket yang optimum.



Operasi Internal dan External Service
Hal terpenting dalam packet-switched network adalah pemilihan dalam menggunakan datagram atau virtual circuit. Pada interface antara sebuah station dengan sebuah node network, network harus menyediakan pelayanan connection-oriented dan connection-less. Pada connection-oriented, sebuah station melakukan call request untuk membentuk sebuah logical connection ke station yang lain. Semua paket yang disajikan ke dalam network diidentifikasi kepunyaan logical connection tertentu dan diberi nomor secara berurut.
Logical connection biasanya merujuk pada sebuah pelayanan external virtual circuit yang jauh berbeda dari konsep operasi internal virtual circuit. Sedangkan pada pelayanan connectionless, jaringan hanya menangani paket secara independent dan mungkin tidak ditransmisikan secara berurut. Tipe service seperti ini dikenal dengan nama external datagram service yang juga jauh berbeda dari konsep operasi internal datagram service. Secara internal, jaringan akan membuat route antara endpoints (virtual circuit) atau tidak (datagram).
n  External virtual circuit, internal virtual circuit : Jika user meminta virtual circuit, sebuah dedicated route yang melintasi dalam jaringan akan dibangun. Semua paket mengikuti route yang sama.
n  External virtual circuit, internal datagram : Jaringan menangani tiap paket secara terpisah. Jadi, paket-paket yang berbeda dalam external virtual circuit yang sama akan mengambil route yang mungkin berbeda.
n  External datagram, internal datagram : Tiap paket diperlakukan secara bebas dari segi user atau dari segi jaringannya.
n  External datagram, internal virtual circuit

  



Pemilihan akan virtual circuit dengan datagram tergantung dari desain objek untuk komunikasi jaringan dan faktor-faktor cost secara detailnya.
Untuk external service :
n  datagram service memberikan penggunaan yang efisien dari jaringan dimana tidak ada call setup. Ini akan cocok untuk penggunaan beberapa aplikasi real time.
n  virtual circuit service dapat menyediakan end-to-end sequencing dan error control. Ini akan cocok untuk aplikasi seperti file transfer dan remote access terminal.
  



Untuk circuit switching ada sejumlah delay sebelum message dikirim, yaitu untuk call request, lalu jika destination station tidak sibuk, sinyal accepted dikirim dari destination address. Proses ini tidak berlangsung setelah koneksi telah disetup. Virtual circuit switching hampir sama dengan circuit switching. Berbeda dengan circuit switching, call acceptance akan memakan waktu (delay) walaupun koneksi telah established. Hal itu karena paket itu mengalami antrian dan harus menunggu untuk retransmisi. Sekali virtual circuit established, message akan dikirim dalam bentuk paket-paket. Maka virtual circuit tidak akan lebih cepat dari circuit switching.
Datagram packet switching tidak membutuhkan call setup. Jadi untuk message pendek akan lebih cepat dari virtual circuit packet switching dan mungkin juga circuit switching. Selama tiap datagram diroute secara bebas, proses untuk tiap datagram di tiap node mungkin lebih panjang dari paket-paket virtual circuit. Jadi untuk message yang panjang-panjang, teknik virtual circuit mungkin diutamakan.





Circuit switching

Datagram packet switching

Virtual circuit packet switching
Tergantung pada path transmisi
Tidak tergantung
Tidak tergantung
Transmisi data secara kontinu
Transmisi paket-paket
Transmisi paket-paket
Interaksi yang cukup cepat
Idem
Idem
Message-message tidak disimpan
Paket-paket mungkin disimpan sampai dikirim
Paket-paket disimpan sampai dikirim
Path dibentuk untuk seluruh percakapan
Rute terbentuk untuk tiap paket
Rute terbentuk untuk seluruh percakapan
Delayy setup panggilan; delay transmisi diabaikan
Delay transmisi paket
Delay setup panggilan; delay transmisi paket
Sinyal sibuk bila party yang dipanggil sibuk
Pengirim mungkin memberitahukan jika paket tidak dikirimkan
Pengirim memberitahukan koneksi diabaikan
Kelebihan beban mungkin memblok setup panggilan; tidak ada delay untuk pembentukan panggilan-panggilan
Kelebihan beban meningkatkan delay paket
Kelebihan beban mungkin memblok setup panggilan; meningkatkan delay paket
Elektromekanikal atau komputerisasi switching node
Small switching node
Small switching node
Pemakai bertanggung jawab untuk kehilangan proteksi message
Jaringan mungkin bertanggung jawab untuk paket-paket individu
Jaringan mungkin bertanggung jawab untuk serangkaian paket-paket
Biasanya tidak ada konversi kecepatan atau kode
Ada
Ada
Bandwidth transmisi yang tetap
Pemakaian bandwidth yang dinamis
Pemakaian bandwidth yang dinamis
Tidak ada kelebihan bit-bit setelah setup panggilan
Kelebihan bit-bit dalam tiap message
Kelebihan bit-bit dalam tiap paket


Referensi

Stallings, William, ISDN and Broadband ISDN with Frame Relay and ATM, Prentice Hall International, Inc. 1995, Third Edition